Permohonan si Gadis Kecil
Di suatu hari yang begitu indah, dimana cahaya matahari begitu terangnya, dimana suasana menjadi hangat, dimana semua orang terlihat bahagia.
Terlihat seorang gadis memakai baju putih dengan kaki tak beralas, duduk dipelataran rumah ibadah dengan wajah sembab. Dia mencari Tuhan nya untuk suatu permohonan bukan perkara harta, bukan perkara kepintaran, bukan perkara jodoh, bukan pekara yang biasa , ia datang untuk suatu alasan ia memohon kepada Tuhan nya untuk menghapus semua ingatannya, selama ini ia berdoa dengan sungguh-sungguh entah kepada siapa dia banyak berdoa, namun ia berharap untuk ada yang bisa menghapus ingatannya, ia terlihat menderita dengan ingatannya, ia terlihat sedih dengan ingatannya. Terkadang ia terlihat mengumpat terkadang dia memelas belas kasihan Tuhan nya untuk segera menghapus ingatannya. Ia rela melakukan apapun dengan tujuan agar ingatannya dihapuskan, dia menyadari di dunia ini tidak ada yang bisa melakukan keajaiban untuk menghapus ingatannya kecuali Yang Maha Kuasa yang melakukannya, dia menangis sambil berdoa agar ingatannya dihapuskan. Sedih melihatnya yang terkadang tersenyum tertawa, dan terkadang menangis memelas, ia menyimpan semuanya sendiri ia menyimpan semua kenangan buruknya sendiri, psikiater tidak cukup baginya dia sering mendatangi psikiater untuk mengobatinya namun ingatan itu tak kunjung hilang. Dia memendamnya sendiri terkadang ia ingin lari namun tidak ada tempatnya untuk berlari dan bersembunyi ingatannya seperti perlahan ingin menghentikan jantungnya. Semua ingatan yang menyedihkan dia simpan, tak terluapkan terkadang dia melupakannya namun terkadang ia mengingat semuanya dengan jelas. Dia berdalih terlalu banyak ia menyakiti diri orang lain dan dirinya dengan ingatannya, ia ingin menghapus ingatannya ingin tertawa tanpa melarikan diri dan menutupi ingatannya, dia ingin berjalan tanpa harus ditakuti ingatannya. "Coba ingat apa yang membuatmu bahagia" kata-kata itu tidak membantunya untuk menenangkan dirinya, dia malah berbalik arah menatap diri ini seolah-olah berkata "kau saja tidak mampu mengingat momen bahagiamu".
Bersyukurlah kalian hidup dimana ingatan kalian tidak seperti membunuh kalian, bersyukurlah kalian mempunyai ingatan yang membuat kalian tidak menjauhi orang-orang, lihat gadis kecil itu dia sendiri memendam goresan-goresan luka tepat pada ingatannya, sejauh apapun dia berlari dia akan ingat luka-lukanya, dia tidak punya harapan lain selain memohon kepada Tuhan nya, dan berharap suatu saat Yang Maha Kuasa mengabulkan doanya mengabulkan permintaannya
akan kah gadis kecil itu akan terus seperti itu? terkadang tertawa dan terkadang menangis, dia terus berlari sambil membawa luka-lukanya yang terkadang ia lupakan namun terkadang muncul. Atau Yang Maha Kuasa akan membawanya dengan tenang? sehingga dia tidak perlu terluka lagi? Jika itu berhenti membuatnya menangis berhenti membuatnya bersedih diri ini ikhlas, semoga Yang Maha Kuasa melihat usahanya untuk mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa hanya demi permohonan naif nya terkabulkan atau ia mendapatkan tempat yang pantas disisi-Nya
Terlihat seorang gadis memakai baju putih dengan kaki tak beralas, duduk dipelataran rumah ibadah dengan wajah sembab. Dia mencari Tuhan nya untuk suatu permohonan bukan perkara harta, bukan perkara kepintaran, bukan perkara jodoh, bukan pekara yang biasa , ia datang untuk suatu alasan ia memohon kepada Tuhan nya untuk menghapus semua ingatannya, selama ini ia berdoa dengan sungguh-sungguh entah kepada siapa dia banyak berdoa, namun ia berharap untuk ada yang bisa menghapus ingatannya, ia terlihat menderita dengan ingatannya, ia terlihat sedih dengan ingatannya. Terkadang ia terlihat mengumpat terkadang dia memelas belas kasihan Tuhan nya untuk segera menghapus ingatannya. Ia rela melakukan apapun dengan tujuan agar ingatannya dihapuskan, dia menyadari di dunia ini tidak ada yang bisa melakukan keajaiban untuk menghapus ingatannya kecuali Yang Maha Kuasa yang melakukannya, dia menangis sambil berdoa agar ingatannya dihapuskan. Sedih melihatnya yang terkadang tersenyum tertawa, dan terkadang menangis memelas, ia menyimpan semuanya sendiri ia menyimpan semua kenangan buruknya sendiri, psikiater tidak cukup baginya dia sering mendatangi psikiater untuk mengobatinya namun ingatan itu tak kunjung hilang. Dia memendamnya sendiri terkadang ia ingin lari namun tidak ada tempatnya untuk berlari dan bersembunyi ingatannya seperti perlahan ingin menghentikan jantungnya. Semua ingatan yang menyedihkan dia simpan, tak terluapkan terkadang dia melupakannya namun terkadang ia mengingat semuanya dengan jelas. Dia berdalih terlalu banyak ia menyakiti diri orang lain dan dirinya dengan ingatannya, ia ingin menghapus ingatannya ingin tertawa tanpa melarikan diri dan menutupi ingatannya, dia ingin berjalan tanpa harus ditakuti ingatannya. "Coba ingat apa yang membuatmu bahagia" kata-kata itu tidak membantunya untuk menenangkan dirinya, dia malah berbalik arah menatap diri ini seolah-olah berkata "kau saja tidak mampu mengingat momen bahagiamu".
Bersyukurlah kalian hidup dimana ingatan kalian tidak seperti membunuh kalian, bersyukurlah kalian mempunyai ingatan yang membuat kalian tidak menjauhi orang-orang, lihat gadis kecil itu dia sendiri memendam goresan-goresan luka tepat pada ingatannya, sejauh apapun dia berlari dia akan ingat luka-lukanya, dia tidak punya harapan lain selain memohon kepada Tuhan nya, dan berharap suatu saat Yang Maha Kuasa mengabulkan doanya mengabulkan permintaannya
akan kah gadis kecil itu akan terus seperti itu? terkadang tertawa dan terkadang menangis, dia terus berlari sambil membawa luka-lukanya yang terkadang ia lupakan namun terkadang muncul. Atau Yang Maha Kuasa akan membawanya dengan tenang? sehingga dia tidak perlu terluka lagi? Jika itu berhenti membuatnya menangis berhenti membuatnya bersedih diri ini ikhlas, semoga Yang Maha Kuasa melihat usahanya untuk mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa hanya demi permohonan naif nya terkabulkan atau ia mendapatkan tempat yang pantas disisi-Nya
Comments
Post a Comment